Penyebab Baterai Sepeda Listrik Cepat Habis saat Berkendara

Jangan panik jika baterai sepeda listrik Anda cepat habis, karena faktor-faktor berikut ini bisa jadi penyebab utamanya. Sepeda listrik dilengkapi dinamo di bagian roda belakangnya. Dinamo tersebut memutar roda belakang untuk bisa melaju kencang di jalan raya.

Setiap unit sepeda listrik memiliki daya motor atau putaran dinamo yang berbeda-beda. Semakin kuat dinamo, maka kecepatan laju kendaraan juga akan makin lebih baik. Meskipun begitu, pengendara tetap mengeluh ketika baterainya cepat habis saat dipakai berkendara.

Mengapa Baterai Sepeda Listrik Bisa Cepat Habis?

Pada dasarnya ada banyak faktor yang menjadi penyebab baterai cepat habis. Bukan karena kerusakan, tapi lebih ke kesalahan cara pemakaian sehingga daya baterai cepat berkurang. Para pengguna sepeda listrik harus tahu, kendaraan Anda punya batas kapasitas. Kemampuan sepeda listrik tidak bisa disamakan dengan motor konvensional, apalagi jika harganya murah.

Pastinya ada beberapa pantangan yang harus dihindari agar kendaraan tetap dalam keadaan optimal. Perawatan juga penting, pengecekan berkala masih harus dilakukan pengendara. Layaknya motor konvensional yang perlu cek mesin atau ganti Oli. Sepeda listrik juga perlu di bawa ke tempat service untuk dicek kondisinya, apakah perlu perbaikan atau tidak.

Penyebab Umum Baterai Sepeda Listrik Cepat Habis

Kurang lebih penyebab baterai cepat habis dikarenakan pemakaiannya yang tidak wajar. Jika Anda belum mengetahuinya, mungkin informasi berikut akan sangat membantu. Perlu diingat, penyebab ini berlaku untuk semua jenis sepeda listrik. Jadi, pastikan Anda simak baik informasinya supaya tidak panik ketika baterainya tiba-tiba cepat habis. Beberapa penyebab baterai sepeda listrik cepat habis :

  1. Tarikan Gas

    Dinamo sepeda akan bergerak ketika Anda menarik gas, karena ada sambungan listrik. Di saat berkendara, usahakan menarik gas secara perlahan untuk menghindari pemborosan. Ketika gas ditarik, baterai akan terus mengeluarkan daya listrik untuk menggerakkan roda dinamo. Semakin dalam Anda menarik gas, akan semakin banyak juga daya listriknya.

    Karena semakin banyak daya listriknya, kecepatan sepeda listrik jadi makin tinggi. Dengan menarik gas secara perlahan, Anda bisa menghemat pengeluaran daya sepeda listrik. Baterai akan tetap awet dan pengendara dapat menempuh perjalanan lebih jauh. Baterai sepeda listrik harus dikontrol pengeluarannya supaya tidak boros saat digunakan.

  2. Beban Berlebih

    Perlu diingat, sepeda listrik bergerak dengan dinamo dan daya beban bisa mempengaruhi laju kendaraan. Ketika beban berlebih, dinamo akan mengeluarkan daya lebih banyak. Pengeluaran energi sebanding dengan beban yang dibawa oleh sepeda listrik Anda. Oleh sebab itu, baterai menjadi cepat habis karena kendaraan terasa berat saat digerakkan.

    Untuk menghindari pemborosan, sebaiknya bawa beban sewajarnya saja. Umumnya unit sepeda listrik dapat membawa beban maksimal sampai 150 Kg, terhitung total. Baik beban pengendara atau bawaan, bebannya tidak boleh melebihi 150 Kg. Beban yang besar menyebabkan baterai sepeda listrik cepat habis karena daya keluar lebih banyak.

  3. Mode Berkendara

    Selanjutnya ada mode berkendara yang mampu meningkatkan pengeluaran energi listrik. Kapasitas baterai biasanya berbeda-beda, sama halnya dengan mode berkendara. Pada sepeda listrik, ada mode berkendara lambat, sedang hingga cepat. Ketika Anda pilih mode berkendara cepat, energi listrik yang dikeluarkan untuk bergerak besar.

    Sehingga pengeluaran energi jadi lebih cepat dan baterai Anda menjadi boros. Agar tidak mengalami masalah, usahakan berkendara dengan mode berkendara lambat. Selama berkendara lambat, Anda bisa terus menarik gas karena pengeluarannya kecil. Jika ingin lebih awet, pastikan baterai sepeda listrik Anda memiliki kapasitas yang besar.

  4. Hindari Penghabisan Baterai

    Sepeda listrik tidak boleh digunakan sampai baterai habis total dan tidak tersisa. Baterai yang habis total dapat menyebabkan umurnya makin sedikit karena energi terkuras. Untuk mengatasinya, Anda harus mengecas baterai ketika sudah dalam kondisi 25%. Jika kendaraan tidak memiliki indikator angka, acuannya adalah baris daya terakhir.

    Jadi saat baterainya tinggal baris terakhir, segera cas sepeda listrik Anda secepat mungkin. Waktu pengecasan juga tidak boleh lebih dari enam jam, karena akan sangat berbahaya. Pastikan cas baterai sepeda listrik jika sudah mau habis dan bagi waktunya secara berkala. Misal setiap tiga atau empat jam sekali, Anda mencabut cas agar tidak terlalu panas.

  5. Kurangnya Perawatan

    Pastinya, baterai cepat habis waktu digunakan untuk berkendara bisa disebabkan kondisi yang kurang optimal, bisa jadi karena kurang perawatan atau sudah rusak. Dalam waktu tiga bulan sekali, bawalah sepeda listrik Anda ke tempat service terdekat.

    Di kota atau desa, terdapat dealer khusus yang menyediakan layanan after sales. Datangi saja dealer tersebut untuk mengecek kondisi sepeda listrik Anda secara berkala. Meski saat ini jarang ada tempat sepeda listrik, tapi tetap saja setiap daerah ada.

Baik kota atau desa, sepeda listrik mulai ramai digunakan oleh masyarakat sekitar. Untuk memaksimalkan daya tahan baterai, gunakan kendaraan sewajarnya. Jangan lupa untuk selalu cek baterai sepeda listrik Anda supaya tidak rusak karena pemakaian berlebih.